Senin, 01 Februari 2010

BOuTz BATuG!

Bab. I

PENDAHULUAN

A. Latar Balakang Masalah

Sistem pernapasan merupakan organ yang rentan dan bermasalah bila terserang infeksi, kuman, debu, polusi udara, paparan asap rokok, dan virus. Dampak dari serangan berbagai agen pembawa penyakit tersebut dapat menimbulkan cirri khas patologi pada sistem pernapasan yaitu khususnya batuk. Sebenarnya batuk bukanlah merupakan penyakit, mekanisme batuk timbul oleh karena paru-paru mendapatkan agen pembawa penyakit masuk ke dalamnya sehingga menimbulkan batuk untuk mengeluarkan agen tersebut.

Bila batuk yang terus-menerus dan menimbulkan infeksi pada saluran pernapasan sangatlah berbahaya. Perlu penanganan untuk mencengah ke tahap yang lebih serius yang kita kenal sebagai batuk kronis yaitu batuk melebihi tiga bulan tanpa henti. Untuk menghilangkan batuk, pengobatan sangat diperlukan.

Batuk dapat dibedakan menjadi batuk produktif dan tidak produktif. Batuk kering dan batuk berdahak. Kedua jenis batuk ini tentunya sangat mengganggu. Oleh karena itu diperlukan pengobatan yang baik. Tentunya dengan obat pereda batuk.

B. Tujuan Pembahasan

Adapun beberapa tujuan dari pembahasan makalah ini yaitu

1. Mengetahui patofisiologi batuk pada sistem pernapasan

2. Mengetahui jenis obat dan efek samping obat batuk

3. Mengetahui dan memahami terapi batuk dengan fisioterapi

C. Ruang Lingkup Pembahasan

Penulisan makalah ini didasarkan pada ruang lingkup perkuliahan Farmakologi Fisioterapi dan masyarakat. Pembahasan yang digarisbawahi dalam makalah ini khususnya mengenai patologi sistem pernapasan yaitu khususnya mengenai batuk dengan menjelaskan secara saksama dan menginformasikan kepada masyarakat mengenai metode terbaik pencegahan dengan pengobatannya.

Bab. II

PEMBAHASAN

A. Anatomi Sistem Pernapasan

Sistem Respirasi adalah sistem yang mengatur tubuh dalam menerima oksigen pada tubuh dan melepaskan karbondioksida.

Berikut adalah pembagian sistem pernapasan :

· Organ pernafasan bagian atas

Hidung bagian luar

Rongga hidung

Pharynx

Larynx

Trachea

· Organ pernafasan bagian bawah

Primary bronchus (kanan & Kiri)

Bronchiolus

Paru kanan

» Lobus superior

» Lobus intermediate

» Lobus inferior

Paru kiri

» Lobus Superior

» Lobus inferior

DSCN0037

Organ Pernapasan bagian Atas

Hidung

Cavitas Nasal adalah sepasang ruang pada tulang wajah dari tengkorak

Udara masuk melalui hidung ke dalam cavitas nasalis

Hidung dibuat oleh lima buah tulang rawan yang besar

Rambut hidung tumbuh untuk menyaring udara

Tulang maxila dan palatine membentuk dasar cavitas nasalis

Nasal septum dibuat oleh Os.ethmoideus

Atap hidung dibentuk oleh Os.Ethmoideus dan Sphenoid

Cavitas Nasal adalah sepasang ruang pada tulang wajah dari tengkorak

Udara masuk melalui hidung ke dalam cavitas nasalis

Hidung dibuat oleh lima buah tulang rawan yang besar

Rambut hidung tumbuh untuk menyaring udara

Tulang maxila dan palatine membentuk dasar cavitas nasalis

Nasal septum dibuat oleh Os.ethmoideus

Atap hidung dibentuk oleh Os.Ethmoideus dan Sphenoid

Dinding lateral dibentuk oleh maxilla, palatine dan lacrimal

Di dalam hidung ada lubang yang menghubungkan hidung dengan telinga yaitu meatus

Terdapat 4 pasang paranasal sinus yang berisi mukosa :

1. Sinus Maxilaris

2. Sinus Frontalis

3. Sinus Ethmoideus

4. Sinus Sphenoid

Pharink

Pharink adalah penghubung hidung dengan larink dan trakea

Terdiri dari Choanae, Nasopharink, Oropharik, dan laringopharink

Terdapat tuba estachian yaitu saluran yang menghubungkan saluran pernafasan dengan saluran pendengaran

Oropharink adalah persimpangan saluran pernafasan dan pencernaan

Dibentuk oleh tulang rawan

Lharink

Merupakan organ bunyi karena terdapat pita suara

Terdapat epiglotis dan glotis

Dibentuk oleh 9 tulang rawan otot dan ligamen

Tulang rawan yang tidak berpasangan adalah throid cartilage (Adam’s Apple) dan cricoid cartilago

Yang berpasangan Arytenoid cartilago, corniculate, cuneiform

Trakea

Penghubung antara Lharink dengan paru

Berbentuk tabung 2 X 11 cm terletak dileher di bawah Lharink dan di depan osophagus dan C6 sampai thorax dan mediastenum

Terbentuk oleh 16-20 hyalen cartilage yang berfungsi sebagai alat penahan agar saluran pernafasan tetap terbuka dan dilindungi oleh jaringan kolagen berbentuk spiral dan diperkuat oleh otot polos

Terdapat pusat produksi cairan mukosa untuk saluran pernafasan yaitu sel goblet dan sel silia

Organ Pernapasan bagian Bawah

Organ Paru

Sepasang organ yang merupakan kumpulan alveoli

Terdapat pada rongga dada disamping mediastenum dan dibatasi oleh pleural caviti

Paru Kanan

Terdiri dari 3 lobus à 10 segmen

Paru Kiri

Terdiri dari 2 lubus à 9 segmen

Organ Paru dibungkus oleh lapisan Membrana serosa (serous membrane) yang dinamakan Pleura.

Pleura visceralis

Membungkus seluruh lapisan permukaan paru

Pleura parietalis

Membatasi Mediastinum – Diafragma – Dinding Thorax

Rongga pleura yang berisi cairan pleura

Organ Paru berisi susunan jaringan bronchial untuk memungkinkan terjadinya proses pernafasan.

Susunan bronchus:

Bronchus primer

Bronchus sekunder

Bronchus tertiair

Bronchiolus

Bronchiolus terminal

Jaringan Trachea hingga Bronchial dibungkus oleh jaringan Cartilage sebagai alat penahan agar saluran pernafasan tetap terbuka. Dinding Bronchiolus terdiri dari otot polos untuk keperluan pengaturan jalannya udara dan kestabilan temperatur udara. Pada setiap akhir dari percabangan bronchus terminalis terdapat gelembung2 Alveolus yaitu tempat dimana pertukaran gas CO2 dan O2 akan terjadi.

Bronchus

Merupakan cabang utama perjalanan pernafasan menuju paru-paru

Terdiri atas primer, sekunder, dan tertier dengan diameter mulai 1.5 cm sampai dengan 1 mm

Membuat paru terbagi menjadi 3 lobus kanan dan 2 lobus kiri serta 10 segmen kanan dan 9 segmen kiri

Bronchus dibentuk oleh tulang rawan, otot dan epitelum

Broncheolus

Bronchus dengan diameter lebih kecil dari 1 mm

Terbentuk oleh jaringan epitelum

Dinding bronchiolus terdiri dari otot polos yang berfungsi untuk keperluan pengaturan jalanya udara dan kestabilan temperatur udara

Berakhir pada terminal broncheolus. Akhir percabangannya banyak terdapat gelembung-gelembung alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas CO2 dengan O2

Alveoli

Organ saluran pernafasan terkecil dengan diameter 1 mm

Di bungkus oleh pembuluh darah kapiler, dimana darah yang mengandung CO2 akan dipertukarkan dengan gas O2 dari udara yang diserap

Struktur alveolus terdiri dari 3 pembungkus sel :

Simple squamous epithelium

Alveolar macrophage (dust cell type I)

Surfactant secreting cell (dust cell type II)

Alveoli bergabung dalam satu sakus à satu duktus à bronchus respiratori à lobus pulmonalis

Acinus à kumpulan duktus dalam ½ lobus

Pada pernapasan terdapat otot-otot yang berperan yaitu

INSPIRASI YANG DALAM

m. Sternocleidomastoid

m. Scalenes

m. Intercostalis interna

Diafragma

EXPIRASI YANG DALAM

m. Obliqus externa

m. Rectus abdominis

m. Obliqus interna

m. Transvesus abdominis

B. Fisiologi Sistem Pernapasan

Mekanisme Pernapasan

Ventilasi adalah proses masuk dan keluarnya udara

Akibat adanya gerakan costa dan diafragma menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan udara

¯ Tenaga yg mengalirkan udara shg

Æ Menurunkan diafragma ke bawah

Æ Membesarkan rongga dada. (demikian sebaliknya klu udara keluar)

¯ Mekanisme menarik nafas : rongga dada membesar dan diafragma ditekan, akibatnya tekanan rongga dada kecil, udara sekitar tekanannya tetap, udara dlm paru-paru tekananya kecil, akibatnya udara masuk ke dalam paru-paru.

Proses Pernafasan

Pernafasan Internal: atau pernafasan seluler, yaitu proses oksidasi glukosa atau molekul lainnya untuk memperoleh energy dimana pada proses ini dibutuhkan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida.

Pernafasan External: ialah pengambilan oksigen dari udara dan pengeluaran karbon dioksida

Proses Inspirasi

Diafragma dan m. Intercostalis externa berkontraksi

Volume dan Rongga Thorax bertambah

Tekanan intra pleura akan berkurang

Paru akan berkembang

Tekanan intra pulmonal akan menurun

Udara akan masuk kedalam organ paru

Diafragma dan m.Intercostalis externa melakukan relaxasi

Volume dan rongga thorax berkurang

Tekanan intrapleura bertambah negatif

Paru mengkerut (volume mengecil)

Tekanan intra pulmonal meninggi diatas tekanan Atmosfir

Udara akan keluar dari Paru.

Jenis Pernapasan

External Respiration

Pertukaran gas antara alveolus paru dengan pembuluh kapiler paru

CO2 melakukan diffusi dari pembuluh kapiler paru kedalam alveolus

O2 melakukan diffusi dari alveolus kedalam pembuluh kapiler paru

Internal Respiration

Pertukaran gas antara jaringan sel dengan sistem kapiler paru

O2 melakukan diffusi dari sistem kapiler paru kedalam sel2

CO2 melakukan diffusi dari sel2 kedalam sistem kapiler paru

Fungsi paru2 : pertukaran O2 dan CO2

Pd Pernafasan paru2 : O2 di ambil dari mulut dan hidung, via trachea dan pipa bronchiolus, terus ke alveoli dan berhub dg darah di kapiler pulmonaris (O2 dg darah dipisah, O2 di ikat oleh Hb lalu di bawa ke jantung).

Di paru-paru CO2 masuk ke alveoler-kapiler dari kapiler darah ke alveoli dan setelah melalui pipa bronchial dan trachea dinafaskan keluar melalui hidung dan mulut.

Pengendalian Pernapasan

) Yang mengendalikan pernafasan :

o Kimiawi : akibat CO2 sbg dampak metabolisme.

o Pengendalian oleh syaraf

) Faktor-Faktor yg mempengaruhi Kecepatan pernafasan :

o OR

o Emosi, sakit, dan takut (imfuls yg merangsang saraf pernafasan)

o Suhu yg berubah secara mendadak.

Pengendalian secara sadar (tdk bisa bertahan lama), sebab secara otomatis CO2 akan muncul.

Macam Udara Pernapasan

v Udara Tidal/respirasi : udara yang dikeluarkan dan dimasukkan dlm kondisi normal (500 cc)

v Udara komplementer : udara yg masuk stlh nafas normal, shg paru2 bisa kembang max (2000 cc)

v Udara suplementer : udara keluar stleh nafas normal, paru2 mengecil (1300 cc)

v Udara Kapasitas Vital : Udara yg dikeluarkan setelah menarik nafas maksimal (3800 cc)

v Udara Residual : udara yg tersisa dlm paru2 stelah mengeluarkan nafas maksimal (1600 cc)

v Udara Kapasitas Total : Isi maks paru2 (kaps vital + udara suplementer.

v Hawa ruang mati : udara yg tdk ikut pertukaran (ada di ruang mulut dan hidung sampai bronchiolus.

Kualitas pengangkutan O2 tergantung pada:

Ø Kadar O2 luar

Ø Sempit tdknya jalan nafas

Ø Daya tampung dan kualitas alveoli

Ø Kualitas darah

Ø Kondisi Jantung

Ø Keadaan kebutuhan jar itu sendiri.

Volume pernapasan Semenit

w Adalah jumlah total udara baru yang masuk kedalam saluran pernafasan tiap menit

w Volume tidal dikalikan frekuensi pernafasan

w Frekuensi pernafasan normal 12 x/mnt

w 12 x 500 ml = 6000 ml

Ventilasi Alveolus

w Yang paling penting dari sistem ventilasi paru adalah memperbaharui udara secara terus menerus dalam area pertukaran gas paru

w Area tersebut meliputi : Alveolus, Sakus alveolus, duktus alveolus, bronkiolus respiratorius

Ruang Rugi

w Sebagian udara yang dihirup, tidak pernah sampai daerah pertukaran gas, tetapi berada didalam saluran nafas

w Udara ini disebut udara ruang rugi ( dead space air )

w Saluran nafas dimana tidak terjadi pertukaran gas disebut ruang rugi

C. Patofiologi Batuk

1. Pengertian Batuk

Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Dalam jalan udara di tenggorokan ada banyak rambut getar yang terus bergerak dan berfungsi untuk menyapu bersih benda-benda asing yang masuk ke tenggorokan, tubuh akan berusaha mengeluarkannya dengan cara batuk. Tapi batuk juga bisa menjadi gejala dari sesuatu penyakit.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.

Faktor Penyebab. Batuk disebabkan oleh adanya peradangan pada lapisan lendir saluran pernapasan. Ada batuk berdahak akut karena infeksi disebabkan oleh bakteri atau virus, misalnya tubercolosa, influenza, dan campak. Sedangkan batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi, antara lain alergi, asma, atau pun debu. Sekadar diketahui, penyakit asma juga disertai batuk. Jika penderita asma terkena udara dingin, asma yang dideritanya akan kambuh. Dan itu biasanya disertai dengan batuk.

Selain itu, ada pula batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi yaitu makanan yang merangsang tenggorokan. Ada pula karena kanker. Batuk karena orang sering merokok sulit diatasi hanya dengan obat batuk simtomatik. Batuk berdahak pada orang yang sakit disebabkan oleh adanya kalainan dalam tubuh terutama pada saluran napas atau bronkitis.

Bila batuk terjadi secara terus menerus maka itu berarti terdapat suatu masalah atau penyakit pada tubuh kita. Batuk biasanya dibagi kedalam dua jenis yaitu, batuk kering dan batuk produktif atau batuk berdahak. Kedua jenis tersebut bisa terjadi secara akut maupun kronis. Batuk yang akut terjadi secara tiba-tiba dan akan hilang dalam 2 sampai 3 minggu. Sedangkan btuk yang kronis dapat bertahan lebih dari 3 minggu.

Selain dari infeksi saluran pernapasan atas seperti flu dan pilek, batuk dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut :

· Umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernafasan bagian atas yang merupakan gejala flu.

· Infeksi saluran pernafasan bagian atas (ISPA).

· Asma atau tuberculosis

· Benda asing yang masuk kedalam saluran napas

· Tersedak akibat minum susu

· Batuk Psikogenik. Batuk ini banyak diakibatkan karena masalah emosi dan psikologis.

· alergi atau asma

· infeksi paru-paru seperti pneumonia dan bronkitis akut

· penyakit-penyakit kerusakan paru-paru seperti emphysema dan bronkitis kronis

· sinusitis

· perokok aktif atau pasif

· terkena polusi udara

Agar Anda lebih dapat mengenali jenis batuk yang Anda alami, kenali perbedaannya dari suara yang ditimbulkan.

v Batuk rejan. Batuk yang kerap diakhiri dengan suara seperti ingin muntah ketika kita mengambil nafas. Batuk seperti ini disebabkan oleh bakteri pertussis, yang dapat menular melalui percikan cairan dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi, yang dapat keluar karena bersin, batuk, atau tertawa.

v Batuk sesak (croup). Batuk dengan suara nafas yang keras, seperti ada lendir di dalam dada. Suara yang timbul adalah akibat dari pembengkakan di sekitar pita suara (pangkal tenggorokan) dan batang tenggorokan. Biasanya disebabkan oleh virus

v Batuk kering. Batuk dengan suara nyaring dan membuat perut ikut sakit, biasanya makin parah saat malam hari. Bisa disebabkan karena masuk angin, bronchiolitis, atau asma.

v Batuk produktif/batuk basah. Batuk yang sering diiringi dengan riak atau lendir, yang biasanya disebabkan oleh infeksi atau asma.

v Batuk bronchiolitis. Batuk yang diikuti suara nyaring seperti bersiul saat bernafas. Batuk seperti ini biasanya disebabkan infeksi virus yang terjadi pada saluran udara kecil pada paru-paru yang disebut bronchioles. Penyebab lainnya adalah asma.

2. Mekanisme Batuk

Batuk à mekanisme pertahanan diri terhadap material asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan

Benda asing mengiritasi larink dan trakea yang merangsang reseptor batuk

Secara tiba-tiba menarik nafas dan udara masuk ke paru-paru

Glotis tertutup otot dada dan perut berkontraksi dan meningkatkan tekanan di belakang glotis

Terdorong ke depan dan terjadi batuk

Batuk dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu batuk akut dan batuk kronis, keduanya dikelompokkan berdasarkan waktu. Batuk akut adalah batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari, serta dalam 1 episode. Bila batuk sudah lebih dari 14 hari atau terjadi dalam 3 episode selama 3 bulan berturut-turut, disebut batuk kronis atau batuk kronis berulang. Batuk kronis berulang yang sering menyerang anak-anak adalah karena asma, tuberkolosis (TB), dan pertusis (batuk rejan/batuk 100 hari). Pertusis adalah batuk kronis yang disebabkan oleh kuman Bordetella pertussis. Pertussis dapat dicegah dengan imunisasi DPT..

3. Etiologi

1. Iritan : Iritan yang masuk melalui inhalasi akan merangsang reseptor batuk. Reseptor batuk ada di laring sampai bronkus. Sedangkan pada bronkiolus dan bagian distal darinya sudah tidak ditemukan lagi.

2. Inflamasi : Pada inflamasi reseptor batuk akan lebih mudah tersensitisasi oleh iritan, sehingga lebih mudah terjadi batuk.

3. Konstriksi.

4. Kompresi

4. Batuk Akut

Batuk disebabkan oleh adanya peradangan pada lapisan lendir saluran pernapasan. Ada batuk berdahak akut karena infeksi disebabkan oleh bakteri atau virus, misalnya tubercolosa, influenza, dan campak. Sedangkan batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi, antara lain alergi, asma, atau pun debu. Sekadar diketahui, penyakit asma juga disertai batuk. Jika penderita asma terkena udara dingin, asma yang dideritanya akan kambuh. Dan itu biasanya disertai dengan batuk.

Selain itu, ada pula batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi yaitu makanan yang merangsang tenggorokan. Ada pula karena kanker. Batuk karena orang sering merokok sulit diatasi hanya dengan obat batuk simtomatik. Batuk berdahak pada orang yang sakit disebabkan oleh adanya kalainan dalam tubuh terutama pada saluran napas atau bronkitis.

Gejala-gejala

Batuk berdahak pada umumnya disebabkan oleh influenza. Gejalanya yaitu demam yang tinggi disertai otot tubuh yang kaku, bersin-bersin, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan. Namun batuk berdahak juga timbul akibat peradangan pada paru-paru.

Jika tidak segera diobati, bisa terjadi batuk berdahak akut. Bila sudah akut kemungkinan besar sulit diobati. Tambahan lagi, batuk berdahak yang berlebihan akan menimbulkan infeksi. Batuk berdahak yang terlalu sering akan membuat tenggorokan menjadi luka dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pernapasan.

5. Batuk Kronis

Batuk khronis adalah batuk yang susah sembuh alias menahun. Sejatinya batuk khronis bukan merupakan suatu penyakit melainkan hanya gejala dari suatu penyakit. Keluhan ini sering membuat pasien rajin ke dokter atau pindah pindah dokter karena merasa dokter tersebut tidak mampu menyembuhkan batuknya.

Beberapa penyakit yang sering menyebabkan batuk khornis antara lain asthma, pilek alergi, infeksi sinus, dan gangguan pada saluran pencernaan bagian atas. Keadaan lain yang dapat menyebabkan batuk khronis walaupun agak jarang adalah benda asing yang masuk ke paru paru. Maka dari itu perlu dilakukan pemeriksaan foto ronsen dada bila ada pasien datang dengan keluhan batuk khronis.

Beberapa kasus yang perlu dilakukan pemeriksaan foto ronsen dada adalah :

· Kebiasaan merokok yang sering menyebabkan batuk khronis.

· Asthma. Penyakit saluran pernafasan yang ditandai dengan kesulitan bernafas atau nafas yang berbunyi sebagai akibat dari reaksi alergi.

· Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Penyakit ini akibat dari aliran balik asam lambung ke saluran pencernaan bagian atas atau esophagus.

· Masalah pada sinus. Infeksi pada sinus atau sinusitis juga dapat menyebabkan batuk khronis. Gangguan ini agak sulit dideteksi, namun dengan pemeriksaan penunjang yang lengkap, kelainan sekecil apapun pada sinus dapat diketahui.

· Infeksi pada saluran nafas seperti bronchitis atau pneumonia. Penyakit ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri dan jamur.

· Beberapa obat seperti obat anti hipertensi golongan ace inhibitor.

· Beberapa penyebab batuk khronis yang jarang yaitu tumor, sarcoidosis dan penyakit paru lainnya.

Mengobati batuk khronis pada dasarnya adalah mengobati penyakit yang menjadi penyebabnya. Sebelum ditemukan penyebabnya, pasien dapat diberikan obat obat pereda batuk.

Batuk khronis dapat dicegah apabila anda mau melakukan hal hal berikut :

· Hentikan kebiasaan merokok karena merokok merupakan penyebab tersering batuk khronis.

· Segeralah ke dokter bila anda mempunyai penyakit saluran nafas menahun seperti asthma dan lain lain.

· Jauhkan diri dari mereka yang menderita infeksi pada paru paru.

· Perbanyak konsumsi buah buahan karena para ahli berpendapat, banyak mengkonsumsi buah buahan yang berserat dan zat flavonoid dapat mencegah batuk khronis.

D. Pengobatan Batuk

Obat Saluran Nafas

Selain berfungsi mengambil oksigen dari udara bebas, paru-paru juga merupakan organ metabolic yang penting untuk menghancurkan/ mengelurkan berbagai senyawa endogen yang aktif secara farmakologi. Mengingat pentingnya fungsi paru dan banyaknya macam obat, maka diperlukan untuk membicarakan obat-obat yang mempengaruhi saluran nafas, yaitu obat antitusif, ekspetoran, bronkodilater, dan obat asma bronchial.

Batuk adalah suatu mekanisme fisiologis untuk membersihkan dan melindungi saluran nafas dari secret, benda asing dan zat-zat lain. Untuk mengeluarkan bahan-bahan yang dapat mengganggu atau menghalangi saluran nafas ini diperlukan tetap adanya reflek batuk. Lemahnya reflek batuk dapat menimbulkan komplikasi pada paru- paru seperti atelektase obstruksi, dan aspirasi pneumonia yang mengancam terjadinya bahaya kematian. Batuk terdapat baik pada orang sakit maupun pada orang sehat dan sering merupakan gejala berbagai keadaan patologis yang ringan sampai berat/fatal.

Seperti yang telah dikemukakan di atas, mekanisme Batuk yaitu batuk terjadi secara reflektoris karena rangsangan pada reseptor batuk yang dialirkan melalui serabut aferen ( serabut sensorik) ke pusat batuk dan kemudian diteruskan ke serat eferen (serabut motorik). Reseptor batuk terutama terdapat dalam saluran nafas. Rangsangan yang dapat mencetuskan terjadinya reflek batuk, dapat berasal dari :

Dalam paru seperti inflamasi (edema mukosa dengan secret trakheobronkus), alergi zat-zat kimia dan termal (seperti asap rokok, gas iritan, dan udara yang sangat panas atau sangat dingin) dan rangsangan mekanik (kompresi saluran nafas seperti tumor,dll)

Dari luar paru seperti radang pada saluran nafas atas, toraks/pleura, dan dari sentral.

Terdapat 2 jenis batuk:

Batuk produktif atau batuk yang bermanfaat, yaitu batuk yang menghasilkan pengeluaran secret/ dahak;

Batuk tidak produktif atau batuk kering dan disebut juga batuk tidak bermanfaat karena batuk tidak menghasilkan apa-apa. Batuk kering atau batuk yang tidak bermanfaat ini sering menimbulkan kelelahan dan mengganggu istirahat/ tidur penderita dan ini perlu ditekan dengan antitusif.

Pemberian obat-obat batuk biasanya didasarkan atas alasan bahwa batuk sudah tidak fisiologis lagi, sudah mengganggu atau batuk tidak efektif sehingga secret tidak dapat dikeluarkan.

Obat-obat yang digunakan untuk batuk ini dapat dibedakan atas antitusif, ekspektoran, dan mukolitik.

1. Obat Antitusif, yaitu obat yang secara spesifik menghambat atau menekan batuk. Adapun penggolongan obat menurut tempat kerjanya, yaitu

a. Antitusif yang bekerja sentral, dapat dibagi menjadi 2 golongan :

i. Antitusif Narkotik

Antitusif yang mempunyai potensi untuk mendatangkan adiksi/ ketergantungan, dan mempunyai potensi untuk disalahgunakan. Obat-obat Opioid/ Narkotik yang mempunyai efek antitusif adalah…

Kodein

Efek Farmakologi à Kodein atau Metilmorfin masih merupakan antitusif dengan uji klinik terkontrol dalam batuk eksperimen dan batuk patologik akut dan kronis.

Fungsi à Dalam dosis antitusif biasa, kodein memiliki efek analgesic ringan dan sedative. Efek Analgetik Kodein ini dapat dimanfaatkan untuk batuk yang disertai dengan nyeri dan ansietas. Dan untuk dapat menimbulkan ketergantungan fisik, Kodein harus diberikan dalam dosis tinggi dalam beberapa jam dengan jangka waktu satu bulan/lebih (lama).

Kodein diserap baik pada pemberian oral dan puncak efeknya ditemukan 1-2 jam, dan berlangsung selama 4-6 jam. Metabolisme terutama di hepar, dan diekskresi ke dalam urin dalam bentuk tidak berubah, diekskresi komplit setelah 24 jam. Dalam jumlah kecil ditemukan dalam air susu Ibu.

Sediaan terdapat dalam bentuk tablet Kodein Sulfat atau Kodein fosfat berisi 10, 15, dan 20 mg. Dosis biasa dewasa 10-30 mg setiap 4-6 jam. Dosis yang lebih besar tidak lagi menambah besar efek secara proporsional. Dosis anak: 1-1,5 mg/kg BB/ hari dalam dosis terbagi.

Efek Samping dan Dosis Berlebih.

Kodein dalam dosis kecil (10-30mg) sering digunakan sebagai obat batuk, jarang ditemukan efek samping, dan kalau ada tidak lebih tinggi dari placebo. Efek samping dapat berupa mual, pusing, sedasi, anoreksia, dan sakit kepala. Dosis lebih tinggi (60-80mg) dapat menimbulkan kegelisahan, hipotensi ortostatik, vertigo, dan midriasis. Dosis lebih besar lagi (100-500mg) dapat menimbulkan nyeri abdomen atau konstipasi. Jarang-jarang timbul reaksi alergi seperti: dermatitis, hepatitis, trombopenia, dan anafilaksis. Depresi pernafasan dapat terlihat pada dosis 60 mg dan depresi yang nyata terdapat pada dosis 120 mg setiap beberapa jam. Karena itu dosis tinggi berbahaya pada penderita dengan kelemahan pernafasan, khususnya pada penderita retensi CO2.

Dosis fatal kodein ialah 800-1000 mg. Kelebihan dosis paling sering terjadi pada anak-anak, dan terutama harus diperhatikan pada neonatus dengan perkembangan hepar dan ginjal yang belum sempurna atau dengan diuresis yang berkurang sehingga dapat terjadi efek kumulatif yang memperdalam koma atau mempercepat kematian. Antagonis Opioid seperti nalokson dapat bermanfaat untuk terapi kelebihan dosis.

Morfin

Dihidromorfinon,

Dihidrokodeinon

Morfolinil-etilmorfin (Pholcodine)

Puried Opium Alkaloid (Pantopon)

Meperidin

Levorfanol

Keefektifan antitusif narkotik ini sebagai obat batuk, sedangkan secara klinis yang digunakan sebagai antitusif yang hanyalah kodein. Narkotik lain diatas tidak lebih baik dari Kodein dam efektifitas dan keamanannya sebagai penekan batuk.

Kebanyakan obat-obat yang mendepresi SSP dapat mempengaruhi pusat batuk di Medulla Oblongata. Antitusif yang bekerja sentral juga dapat bekerja melalui serabut saraf di Cortex serebri dan subcortex, seperti Opioid-opioid dan sedative pada umumnya.

Fungsi à Umumnya bekerja menekan reflek batuk dengan meningkatkan ambang rangsang pusat reflek batuk di Medulla Oblongata ( sehingga pusat reflek batuk kurang peka terhadap reflek batuk)

Antitusif Narkotik Lain

Dihidrokodein ( paracodin ), cara kerja dan efek samping hamper sama dengan kodein.

Folkodin, penggunaan utama ialah sebagai antitusif. Efek analgetik dan efek efori hampir tidak ada ( kalau ada kecil sekali ), dan gejala putus obat jauh lebih ringan dari kodein.

Ii Antitusif Non – Narkotik

Antitusif non – narkotik ialah antitusif yang tidak mendatangkan adiksi dan potensinya untuk di salah gunakan kecil sekali. Termasuk dekstrometorfan, noskapin dan lain – lain antitusif yang bekerja perifer.

Dekstrometorfan

Dekstrometorfan adalah derifat morfinan sintetik yang bekerja sentral dengan meningkatkan ambang rangsang reflek bentuk sama seperti kodein. Potensi antitusifnya lebih kurang sama dengan kodein. Berbeda dengan kodein dan 1 – metorfan, dekstrometorfan tidak memiliki efek analgesik, efek sedasi, efek pada saluran cerna dan tidak mendatangkan adiksi atau ketergantungan. Dekstrometorfan efektif untuk mengontrol batuk eksperimen maupun batuk patologik akut maupun kronis. Dekstrometorfan di laporkan juga memiliki efek pengurangan sekret dan efek antiinflamasi ringan. Kadang – kadang dilaporkan adanya stimulasi ringan pernafasan pada penggunaanya dalam batas – batas dosis antitusif biasa.

Efek samping dan toksisitas : efek penekanan aktifitas silia bronkhus hanya terjadi pada dosis tinggi. Toksisitas rendah sekali. Dosis berlebihan menimbulkan pusing, diplopia, sakit kepala, mual, dan muntah. Dalam dosis sangat besar di temukan depresi pernafasan yang dapat menimbulkan kematian

Dosis Umum

Dosis rata - rata

Dekstrometorfan

15 – 30 mg

Noskapin

10 – 30 mg

Karbetapentan

15 – 30 mg

Karamifen

10 – 20 mg

Levopropoksifen

50 – 100 mg

Benzonatat

50 – 100 mg

Dimetoksanat

25 mg

Klorfedianol

25 mg

Pipazetat

20 – 40 mg

Difenhidramin ( benadryl )

25 – 50 mg

Prometazin

5 – 60 mg

Metabolisme Absorpsi peroral cepat, kadar puncak plasma di capai 30 – 60 menit setelah pemberian. Metabolisme terutama terjadi di hepar, dan metabolitnya di ekskresikan melalui ginjal.

Interaksi obat. Interaksi fatal telah di laporkan terjadi dengan MAO inhibitor fenelzin, dan kombinasi ini harus di hindari. Hati – hati pemberian dekstrometorfan dengan depresansia SSP lain.

Dekstrometorfan tersedia dalam bentuk tablet, sirup berisi 10 – 20 mg / 5 ml. Dosis dewasa 10 – 20 mg setiap 4 – 6 jam, maksimum 120 mg / hari, Meninggikan dosis tidak akan menambah kuat efek, tapi dapat memperpanjang kerjanya sampai 10 – 12 jam, dan ini dapat bermanfaatkan untuk mengontrol batuk malam hari. Dosis anak – anak 1 mg/ kg BB/ hari dalam dosis terbagi 3 – 4 kali sehari.

Noskapin

Noskapin merupakan derivat benzilisokinolin yang di peroleh dari alkaloid opium, tidak mempunyai efek analgesik. Kecuali efek antitusif, noskapin dalam dosis terapi tidak memiliki efek terhadap SSP, dan tidak memiliki efek adiksi dan ketergantungan; potensi antitusif nya lebih kurang sama dengan kodein ( dalam berat yang sama ). Cara kerja sama dengan kodein.

Efek samping yang menonjol adalah gangguan saluran cerna ( terutama konstipasi ringan ), terlihat sampai 30 % dari pasien yang di teliti. Efek depresi pernafasan baru terjadi bila di berikan dosis lebih dari 90 mg. Kelebihan dosis juga menimbulkan depresi otot jantung dan otot polos lain.

Noskapin tersedia dalam bentuk tablet etau sirup. Dosis dewasa 3 kali sehari 15 – 30 mg.

Levopropoksifen

Levopropoksifen adalah senyawa non – narkotik sintetik, isomer dari propoksifen yang tidak memiliki efek analgesik. Beberapa uji klinik pada pasien dengan batuk patologik menunjukkan efikasinya dapat menyamai dekstrometorfan. Dosis yang di gunakan untuk mengontrol batuk adalah 50 – 100 mg.

Difenhidramin

Antihistamin H1 dengan efek sedasi dan efek antikolinergik dapat menekan batuk, misalnya difenhidramin. Sebagai antitusif harus di berikan dalam dosis yang juga menyebabkan sedasi, dan obat ini sering di berikan dalam bentuk kombinasi dangan obat lain.

Lain – lain Antitusif non – Narkotik

KLOFEDANOL ( Pectolitan ) di peroleh dengan mengganti gugusan COC2H5 pada normectadon dengan gugus OH, hampir tidak menunjukkan efek analgetik lagi, dan tidak mendatangkan adiksi.

KLOBUTINOL ( Silomat 0 dan ISOAMINIL ( Peracon ) mempunyai struktur kimia mirip dengan klofedanol. Isoaminil dapat menimbulkan gejala psikotomimetik dan telah banyak di laporkan bahwa obat ini banyak di salahgunakan.

PENTOKSIVERIN ( Sedotusin ), Butamirat sitrat ( Sinecod ), OKSELADIN, oksolamin ( Bredon ) dan PIPIZETAT ( Selvigon ) merupakan ester basa yang tidak memiliki efek samping depresi yang pernafasan.

Antitusif yang Bekerja Perifer

Termasuk dalam golongan ini ialah obat anestesi lokal ( lidokain, lignokain, tetrakain dan kokain ) dan ” demulcent ”.

Obat – obat ini bekerja langsung pada reseptor di saluran nafas bagian atas dengan efek anastesi lokalnya ( lidokain, lignokain ) atau secara tidak langsung mengurangi iritasi lokal melalui pengaruhnya pada mukosa saluran nafas bagian atas. Mekanisme lain adalah dengan mengatur kelembaban udara dalam saluran nafas dan relaksasi otot polos bronkus pada saat bronkosspasme.

Lidokain, Lignokain

Obat – obat anestesi lokal ( lignokain, lidokain, tetrakain, dan kokain ) secara inhalasi ( nebulizer ) sangat efektif untuk penekan batuk, seperti pada bronkoskopi, dan batuk yang bandel seperti pada Ca paru.

Efek samping dapat berupa : ( 1 ) aspirasi ( tertahannya sekret dalam paru ) yang dapat terjadi beberapa jam setelah pemberian, ( 2 ) reaksi alergi, ( 3 ) efek toksik sistemik yang dapat menimbulkan aritmia dan kejang terutama pada dosis berlebihan.

Demulcent

Demulcent ( zat pelega tenggorokan ) bekerja secara tidak langsung pada ujung serabut aferen dari reflek batuk dengan melapisi mukosa dinding faring, laring, trakea, sehingga mengurangi rangsangan / iritasi saluran nafas. Termasuk demulcent adalah : gliserin, madu, kayu manis ( liquirice ) dan asam sitrat dalam sirup ( simple linctus ). Demulcent ini terutama efektif untuk batuk – batuk kering karena iritasi faring yang di sebabkan oleh infeksi virus pada saluran nafas. Linctus dapat di gunakan tersendiri atau dalam bentuk campuran dengan obat lain.

Dengan inhalasi uap air panas, benzoin tincture, menthol, eukaliptus atau lignokain / lidokain nebulizer dapat mengurangi iritasi saluran nafas yang dapat membebaskan penderita dari batuk yang berasal dari daerah di bawah faring. Bila di inginkan inhalasi dengan bau yang enak, dapat di gunakan Benzoin Tuncture ( Friar’s Balsam ) dapat di tambahkan pada air panas. Inhalasi dengan Benzoin dapat juga mengencerkan sekresi dan juga membantu melapisi membrana mukosa yang meradang, tetapi efek – efek ini kemungkinan lebih bersifat psikologis. Mentol dan eucalyptus juga mempunyai bau dan efek terapeutik yang sama

Ekspektoran

Adalah obat-obatan yang memperbanyak batuk yang produktif dengan meningkatkan volume sekret bronkial. Obat batuk ini ditujukan untuk jenis batuk berdahak, karena dapat mempertinggi sekresi saluran pernapasan atau mencairkan dahak. Kandungan obat batuk yang mungkin ada dalam jenis ekspektoran ini adalah zat yang bersifat mencairkan dahak sehingga mudah dikeluarkan, misalnya guaiafenesin atau gliserin guaiacolat (GG), ammonium klorida (NH 4 Cl), dan kalium yodida (KI). Obat batuk jenis ini seringkali dicampur dengan ramuan tumbuh-tumbuhan seperti jahe dan mint sehingga memberikan rasa hangat pada tenggorokan

Mekanisme kerja

Obat-obat ini diperkirakan bekerja secara reflek merangsang kelenjar-kelenjar sekretori saluran nafas bagian bawah sebagai hasil efek iritasi pada mukosa lambung. Kalium Jodida dapat juga bekerja secara langsung merangsang kelenjar-kelenjar saluran nafas. Kenyataan dalm uji klinik menunjukan bahwa obat ini menurunkan viskositas sputum atau mempermudah ekspektorasi. Obat-obat ini lebih tepat disebut sebagai mukokinetik, karena memperlancar gerakan pengeluaran mukus.

Termasuk ekspektoran ialah:

1. Ekspektoran salin (garam-garam amonium, sitrat dan iodida)

2. Ekspektoran ipekak

3. Kreosot dan guaikolat (guaifenesin)

4. Mempertahankan hidrasi (pemberian air minum yang cukup)

inhalasi uap air panas juga merupakan ekspektoran yang mempermudah pengeluaran sekret yang encer

sirup ipekak

ipekak mengandung alkaloid emetin dan sefalin, merupakan zat yang dianggap baik untuk membantu sekresi cairan saluran nafas pada binatang percobaan. Obat ini juga mempunyai efek relaksasi otot polos bronkus. Pada anak-anak biasa di berikan 0,5-2ml sirup ipekak setiap 2-3 jam untuk membersihakan saluran nafas dari mukus yang kental dan lengket.

Obat Batuk Hitam(OBH)

Obat ini terdapat dalam larutan yang terdiri dari campuran amonium klorida dengan kayu manis(succus liquirita) kedua-duanya zatini mempunyai zat ekspektoran

Obat Batuk Putih (OBH)

Adalah capuran sirup sipleks dan dan minyak pepermin,yang merangsang lambung dan mukosa dan saluran nafas, menimbulkan batuk dan dengan pengeluaran secret bronkus yang encer

Kalium Iodida

Obat ini mempunyai potensi untuk menurunkan viskositas sputum dan memperbaiki kecepatan silia trakeobronkus

Mukolitik

Adalah obat-obat yang membantu menurunkan viskositas sputum, khususnya dari saluran nafas bagian bawah obat-obat inibekerja mengurangi atau menghilangkan benang-benang mukoprotein dan mukopolisakarida yang terdapt dalam sputum, dengan cara membuka ikatan disulfide pada mucus DNA.

Bromheksin

Merupakan derifat sintetik dari alkaloid tumbuhan yang digunakan sebagai ekspektoran. Efek samping berupa iritasi saluran cerna dengan gejala mual dan muntah. Kontrindikasi : penderita dengan ulkus peptikum. Ambroksol adalah derifat sintetik dari bromheksin yang dapat digunakan sebagai alternative lain dari bromheksin.

Asetisistein

Obat ini dapat diberikan secara inhalasi bermanfaaat pada keadaan dimana kekentalan sputum yang menjadi masalah. Asetilsistein juga dapat diberikan peroral dengan kadar yang dicapai dalam paru cukup tinggi. Efek samping : obat ini dapat menimbulakn iritasi saluran cerna, dan reaksi berupa (reaksi anafilaktoid,angiodem, hpotensi dan bronkospasme).

Pemilihan Obat Batuk

Pengobatan terhadap batuk tergantung pada jenis batuk batuk yang ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan dan dapt hilang sendiri dengan usahanya sendiri. Misalnya dengan menggunakan tablet hisap. Betuk yang memerlukan pengobatan adalah batuk yang tidak fisiologis lagi, yakni batuk menetap atau berlebihan serta menngganggu. Obat-obat antitussive ini hanya dihunakan untuk batuk kering dimana tidak ada bahaya terjadinya bendungan secret.

Pengobatan terhadap batuk ada 2 cara ; yakni terapi spesifik dan terapi simpatometik

Terapi spesifik : ialah pengobatan ditujukan pada penyebabnya yang mendasari terjadinya batuk

Terapi simpatomimetik : ialah pengobatan yang ditujukan untuk menghilangkan gejala batuk, untuk ini dapat digunakan antitusif/ mukolitikdenan efektifitas lebih kurang saam tergantung jenis batuknya.

E. Fisioterapi untuk Pengobatan Batuk

TAHAPAN FISIOTERAPI

1. Inhalasi

Inhalasi adalah pengobatan dengan cara memberikan obat dalam bentuk uap kepada si sakit langsung melalui alat pernapasannya (hidung ke paru-paru). Alat terapi inhalasi bermacam-macam. Salah satunya yang efektif bagi anak adalah alat terapi dengan kompresor (jet nebulizer). Cara penggunaannya cukup praktis yaitu anak diminta menghirup uap yang dikeluarkan nebulizer dengan menggunakan masker.

Obat-obatan yang dimasukkan ke dalam nebulizer bertujuan melegakan pernapasan atau menghancurkan lendir. Semua penggunaan obat harus selalu dalam pengawasan dokter. Dosis obat pada terapi inhalasi jelas lebih sedikit tapi lebih efektif ketimbang obat oral/obat minum seperti tablet atau sirup. Karena dengan inhalasi obat langsung mencapai sasaran. Bila tujuannya untuk mengencerkan lendir/sekret di paru-paru, obat itu akan langsung menuju ke sana.

2. Pengaturan Posisi Tubuh

Tahapan ini disebut juga dengan postural drainage, yakni pengaturan posisi tubuh untuk membantu mengalirkan lendir atau sputum yang terkumpul di suatu area paru-paru ke arah cabang bronkhus utama (saluran napas utama) sehingga lendir bisa dikeluarkan dengan cara dibatukkan. Caranya:

* Taruh tangan di bagian dada atau punggung anak.

* Minta pasien menarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan melalui mulut secara perlahan.

* Dekatkan telinga kita ke tubuhnya dan dengarkan asal bunyi lendir. Biasanya lendir yang mengumpul akan menimbulkan suara. Atau, rasakan getarannya.

* Setelah letak lendir berhasil ditemukan, atur posisi pasien:

- Bila lendir berada di paru-paru inferior maka letak kepala harus lebih rendah dari dada agar lendir mengalir ke arah bronkhus utama. Posisi pasien dalam keadaan tengkurap atau supine lying.

- Kalau posisi lendir di paru-paru bagian superior maka kepala harus lebih tinggi agar lendir mengalir ke cabang utama. Posisi pasien dalam keadaan telentang atau prone lying.

- Kalau lendir di bagian paru-paru samping/lateral, maka posisikan pasien dengan miring ke samping, tangan lurus ke atas kepala dan kaki seperti memeluk guling.

3. Chest Physiotherapy

Chest fisioterapi berfungsi untuk mengeluarkan sputum atau sekret yang tertahan dalam paru akibat dari batuk berdahak. Chest fisioterapi terdiri dari:

o Breathing Exercise

- Pasien Penyakit paru akut dan kronik perlu diajarkan untuk mengntrol aktifitas pernafasannya untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kerja respirasi

- Breathing Exercise merupakan bagian dari program treatmen yang didesain untuk meningkatkan status pulmonal, endurance dan fungsi ADL

- Breathing Exercise didesain untuk memperbaiki fungsi otot-otot respirasi, meningkatkan ventilasi dan oksigenasi

- Exercise aktif ROM pada shoulder dan trunk akan membantu ekspansi thorax, memfasilitasi deep breathing dan sering digunakan untuk menstimulasi refleks batuk

- Tergantung pada problem klinik pasien, breathing exercise sering dikombinasikan dengan pengobatan postural drainage, penggunaan alat-alat respirasi terapi dan program conditioning

Tujuan breathing exercise

- Meningkatkan ventilasi

- Meningkatkan efektifitas mekanisme batuk

- Mencegah kekeuatan, daya tahan dan koordinasi otot-otot respirasi

- Mempertahankan atau meningkatkan mobilitas chest dan thoracal

- Koreksi pola-pola nafas yang tidak efisien dan abnormal

- Meningkatkan relaksasi

- Mengajarkan pasien bagaimana melakukan tindakan bila terjadi gangguan nafas

Jenis-jenis breathing exercise

- Diafragmatic Breathing

- Segmental Breathing

ü Lateral costal Expansion

ü Posterior basal expansion

ü Right middle lobe

ü Pursed Lip Breathing

o Mobilisasi Thorax

Suatu bentuk latihan aktif movement pada trunk dan ekstrimitas yang dilakukan dengan deep breathing

Tujuan

- Menjaga dan meningkatkan mobilisasi trunk dan shoulder yang mempengaruhi respirasi

- Memperkuat kedalaman inspirasi dan ekspirasi

Spesifik exercise

- Mobilisasi satu sisi pada chest

- Mobilisasi pada upper chest dan stretch m. pectoralis

- Mobilisasi upper chest dan shoulder

- Meningkatkan ekspirasi selama deep breathing

o Couging Exercise

Mekanisme / Tahapan-tahapan yang terjadi saat Batuk

- Deep insiration

- Glootis tertutup dan pitasuara mengencang

- Kontraksi otot abdominal dam elevasi diafragma

- Glotis terbuka

- Ekspirasi udara secara eksplosif

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efektifitas Mekanisme Batuk

- Ketidakmampuan pasien melakukan inspirasi yang dalam karena adanya pain atau kelemahan otot-otot pernafasan

- Ketidakmampuan pasien mengeluarkan udara dengan kuat

- Penurunan jumlah cilia yang normal

- Penurunan jumlah dan kekentalan mucus

o Postural Drainage

Suatu cara membersihkan jalan nafas dari sekresi dengan memposisikan pasien pada posisi yang bervariasi dengan posisi searah dengan gravitasi yang akan membantu mengeluarkan mukus

Tujuan postural drainage

- Mencegah penumpukan sekresi pada pasien dengan komplikasi pulmonal

- Mengeluarkan mukus yang menumpuk di paru-paru

Teknik-teknik tambahan pada Postural Drainage

- Deep Breathing

- Coughing yang efektif

- Perkusi / Topotement

- Vibrasi

4. Chest Fisioterapi Exercise

v Prinsip umum mengajarkan Breathing exercise

§ Bila memungkinkan lakukan ditempat yang tenang tanpa banyak gangguan

§ Jelaskan kepada pasien tujuan breathing exercise

Tempatkan pasien pada posisi nyaman dan rileks

§ Observasi dan evaluasi pola nafas normal pasien saat istirahat dan melakukan aktifitas

§ Bila perlu ajarkan tejnik relaksasi kepada pasien

§ Tunjukan pola yang diinginkan kepada pasien

§ Minta pasien untuk melakukan pola bernafas yang tepat dalam berbagai posisi baik istirahat maupun saat melakukan aktifitas

v Hal-hal yang perlu diperhatikan

§ Pasien tidak boleh, melakukan force expiration

§ Pasien tidak boleh melakukan prolonged expiration

§ Hindari penggunaan accesory muscle saat mengawali inspirasi

§ Minta pasien untuk melakukan inspirasi dan ekspirasi sebanyak 3 atau 4 kali dalam satu sesi

v Jenis-jenis breathing exercise

· Diafragmatic Breathing

· Segmental Breathing

§ Lateral costal Expansion

§ Posterior basal expansion

§ Right middle lobe

§ Pursed Lip Breathing

Diafragmatic Breathing

Lateral costa expantion

Posterior basal expansion

Right middle lobe

v Spesific Exercise Pada Mobilisasi Chest

· Mobilisasi satu sisi pada chest

· Mobilisasi pada upper chest dan stretch m. pectoralis

· Mobilisasi upper chest dan shoulder

· Meningkatkan ekspirasi selama deep breathing

v Teknik Batuk Efektif

· Evaluasi batuk pasien

· Tempatkan pasien pada posisi yang rileks dan nyaman untuk melakukan deep breathing dan coughing

· Ajarkan pasien untuk mengontrol deep diafragmatic breathing

· Tunjukan teknik batuk yang tepat dan dalam (double cough)

· Tunjukan otot yang berkontraksi ketika melakukan coughing (m.abdominal)

· Minta pasien menempatkan tangan pada abdomen dan melakukan huffing dengan ekspirasi untuk merasakan kontraksi pada otot abdominal

· Minta pasien untuk menyebutkan huruf K untuk merasakan pengencangan pada pita suara dan penutupan glotis

· Ketika pasien melakukan hal tersebut secara bersamaan, minta untuk melakukan secara bersamaan secara dalam, tetapi dengan inspirasi rileks yang diikuti dengan double cough yang tepat

Latihan batuk (huffing)

2

v Postural Drainage

Posisi sputum pada paru superior

6

Posisi sputum pada paru tengah

6

Posisi sputum pada paru inferior

6Chouging/huffing/vibrasi

8

Perkusi/topotemen

Teknik pemukulan ritmik dilakukan dengan telapak tangan yang melekuk pada dinding dada atau punggung. Tujuannya melepaskan lendir atau sekret-sekret yang menempel pada dinding pernapasan dan memudahkannya mengalir ke tenggorok. Hal ini akan lebih mempermudah anak mengeluarkan lendirnya.

Caranya:

* Lakukan postural drainage. Bila posisinya telentang, tepuk-tepuk (dengan posisi tangan melekuk) bagian dada sekitar 3-5 menit.

* Dalam posisi tengkurap, tepuk-tepuk daerah punggungnya sekitar 3-5
menit.
* Dalam posisi miring, tepuk-tepuk daerah tubuh bagian sampingnya.

5
Setelah itu lakukan vibrasi (memberikan getaran) pada rongga dada dengan
menggunakan tangan. Lakukan sekitar 4-5 kali.

Bab. III

PENUTUP

KESIMPULAN

Sistem Respirasi adalah sistem yang mengatur tubuh dalam menerima oksigen pada tubuh dan melepaskan karbondioksida.

Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Dalam jalan udara di tenggorokan ada banyak rambut getar yang terus bergerak dan berfungsi untuk menyapu bersih benda-benda asing yang masuk ke tenggorokan, tubuh akan berusaha mengeluarkannya dengan cara batuk. Tapi batuk juga bisa menjadi gejala dari sesuatu penyakit.

Faktor Penyebab. Batuk disebabkan oleh adanya peradangan pada lapisan lendir saluran pernapasan

Batuk khronis adalah batuk yang susah sembuh alias menahun. Sejatinya batuk khronis bukan merupakan suatu penyakit melainkan hanya gejala dari suatu penyakit. Keluhan ini sering membuat pasien rajin ke dokter atau pindah pindah dokter karena merasa dokter tersebut tidak mampu menyembuhkan batuknya.

Batuk disebabkan oleh adanya peradangan pada lapisan lendir saluran pernapasan. Ada batuk berdahak akut karena infeksi disebabkan oleh bakteri atau virus, misalnya tubercolosa, influenza, dan campak. Sedangkan batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi, antara lain alergi, asma, atau pun debu. Sekadar diketahui, penyakit asma juga disertai batuk. Jika penderita asma terkena udara dingin, asma yang dideritanya akan kambuh. Dan itu biasanya disertai dengan batuk.

Mekanisme Batuk

Batuk à mekanisme pertahanan diri terhadap material asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan

Benda asing mengiritasi larink dan trakea yang merangsang reseptor batuk

Secara tiba-tiba menarik nafas dan udara masuk ke paru-paru

Glotis tertutup otot dada dan perut berkontraksi dan meningkatkan tekanan di belakang glotis

Terdorong ke depan dan terjadi batuk

Pengobatan. Ada dua cara mengobati batuk berdahak ini, yaitu dengan obat dan tanpa obat. Batuk berdahak yang masih ringan dapat dikurangi dengan cara sering minum air putih. Gunanya adalah untuk membantu mengencerkan dahak dan mengurangi iritasi atau rasa gatal. Hindari tempat yang berdebu atau pun makanan dan minuman yang dapat merangsang tenggorokan. Hindari juga udara malam karena suhunya yang dingin.

Cara lain adalah minum obat batuk. Tapi tidak boleh sembarangan. Obat batuk yang digunakan harus sesuai dengan jenis batuk. Obat batuk dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu ekspektoran (pengencer dahak) dan antitusif (penekan batuk). Batuk berdahak akibat infeksi bisa juga diobati dengan antibiotik. Batuk berdahak karena virus dapat diobati dengan obat anti jamur. Sementara batuk berdahak karena asma dapat diobati dengan obat asma seperti obat inhalasi (inhaler), obat makan, dan suntik. Bila batuk berdahak sudah akut, perlu dipikirkan untuk melakukan operasi. Setelah itu ada kemoterapi dan sinar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar